Wartakanlah Firman Tuhan, Baik atau Tidak Baik Waktunya – In Memoriam Mgr. Vincentius Sensi Potokota
Wartakanlah Firman Tuhan, Baik atau Tidak Baik Waktunya – In Memoriam Mgr. Vincentius Sensi Potokota
Rp 63.750
15% Rp 75.000

RD Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil., M.SI (HAN), RD Silverius Betu, S.Fil., M.HAN, RD Dr. Petrus Sina

Wartakanlah Firman Tuhan, Baik atau Tidak Baik Waktunya – In Memoriam Mgr. Vincentius Sensi Potokota

Wartakanlah Firman Tuhan, Baik atau Tidak Baik Waktunya – In Memoriam Mgr. Vincentius Sensi Potokota

Detail Produk

Penerbit

Obor

Berat

400 gram

Kategori

Katolik

Deskripsi

Moto Mgr. Vincentius Sensi Potokota ini menyadarkan kita bahwa Gereja mengemban tugas mewartakan Sabda Allah, apa pun dan bagaimana pun kondisi dirinya sendiri. Gereja tidak boleh menunggu sampai segala sesuatu dalam dirinya dibereskan, baru boleh mulai berbicara tentang Allah kepada orang lain. Juga pada saat Gereja sendiri dililit berbagai permasalahan, dia tidak pernah dibebaskan dari tugas pewartaan ini. Gereja harus terus berbenah diri karena berbagai kepincangan dalam dirinya. Tetapi sebagai jemaat Kristus, dia harus mewartakan Sabda Allah dalam kerapuhannya sendiri. Di bawah terang sabda itu, Gereja menempatkan dirinya dan terus berusaha memperbaiki dirinya bersama semua orang lain. Gereja berhenti menjadi Gereja Kristus ketika dia berhenti mewartakan Kristus, bukan saat dia dililit berbagai masalah dan kekurangan. Gereja adalah Gereja misioner, yang tidak dapat memaafkan dirinya dengan berbagai kekurangannya sendiri.Untuk memperingati setahun wafatnya Mgr. Sensi, diterbitkanlah buku ini. Berbagai refleksi tentang kepribadian, gaya kepemimpinan, dan
kesaksian hidup ditulis oleh mereka yang mengenal beliau, yang berjalan bersamanya. Bersama mereka, Mgr. Sensi sungguh menghayati moto episkopalnya, “Praedica Verbum Opportune Importune” dalam hidup dan pelayanannya sebagai Uskup Keuskupan Agung Ende. Mgr. Sensi tidak hanya mewartakan Sabda Tuhan melalui inisiatif pastoral dan kegiatankegiatannya, tetapi juga, dan terlebih dalam masa sakitnya, dalam perjuangannya menghadapi dan menerima kondisi batas kehidupan seorang manusia, Mgr. Sensi mewartakan sabda itu kepada kita. Kematiannya merupakan sebuah bentuk pewartaan sabda itu.Tulisan-tulisan dalam buku ini merupakan warisan amat berharga bagi siapa saja yang mengenalnya. Semoga tulisan-tulisan ini semakin meneguhkan kita untuk terus memelihara kasih persaudaraan, baik atau tidak waktunya.

Ulasan Produk

0,0
0 ulasan
5
0
4
0
3
0
2
0
1
0

Belum ada ulasan untuk produk ini.

Produk Terkait

Lihat Semua