GRATIS ONGKIR min. Rp50.000
Biar Gak Mentok di Kitab Imamat: 4 Rekomendasi Buku Survei Perjanjian Lama

Biar Gak Mentok di Kitab Imamat: 4 Rekomendasi Buku Survei Perjanjian Lama


Pernah gak sih kamu pasang target buat baca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu, tapi pas sampai di Kitab Imamat atau Bilangan, semangatnya langsung kendor? Kamu gak sendirian. Banyak dari kita yang mentok di sana karena merasa bosan dengan detail hukum kurban atau daftar silsilah suku Israel yang panjangnya minta ampun.

Perjanjian Lama (PL) memang sering terasa asing. Jarak budaya, konteks sejarah, dan rentang ribuan tahun membuat kita sulit menangkap apa sih maksud di balik cerita-cerita kuno itu. Padahal, mengabaikan Perjanjian Lama dan langsung lompat ke Perjanjian Baru itu ibarat nonton film sekuel tanpa pernah tahu film pertamanya. Kamu mungkin kenal tokoh utamanya, tapi kamu kehilangan bobot emosional dan latar belakang konfliknya.

Untuk menjembatani jarak itu, kita butuh yang namanya "buku survei". Berbeda dengan buku tafsiran (komentari) yang membedah ayat demi ayat secara mikro, buku survei menarik kita mundur sedikit untuk melihat gambaran besarnya (the big picture). Buku jenis ini akan memberi tahu kita siapa penulisnya, kapan ditulisnya, situasi politik saat itu, dan apa pesan teologis utamanya.

Sayangnya, banyak buku survei bagus di luar sana yang ditulis dalam bahasa Inggris dengan istilah teologi yang cukup berat. Tapi jangan khawatir, bagi yang lebih nyaman membaca literatur berbahasa Indonesia, beberapa buku standar akademis yang kualitasnya diakui ini sudah diterjemahkan dan bisa kamu dapatkan dengan mudah:

1. Pengantar Perjanjian Lama 1 & 2 (W.S. LaSor, D.A. Hubbard, & F.W. Bush)

Kalau kamu masuk ke sekolah teologi atau seminari di Indonesia, buku terbitan BPK Gunung Mulia ini hampir pasti jadi menu wajib. Buku ini tebal dan dibagi menjadi dua jilid (Taurat & Sejarah, serta Sastra Hikmat & Nabi-nabi).

Jangan minder duluan melihat tebalnya. Pembahasan di dalamnya sangat rapi dan komprehensif. Penulisnya membedah setiap kitab dari sudut pandang sejarah, jenis sastra, hingga pesan teologisnya dengan sangat tajam namun tetap menghargai teks Alkitab. Kelebihan utamanya adalah kualitas terjemahannya yang sudah sangat matang dan menggunakan istilah teologi yang baku di Indonesia, sehingga sangat aman dijadikan referensi riset atau bahan studi yang mendalam.

2. Survei Perjanjian Lama (Denis Green)

Kalau buku LaSor terasa terlalu padat dan akademis untuk dibaca santai, buku karya Denis Green terbitan Gandum Mas ini adalah alternatif yang sangat ramah pembaca.

Buku ini ringkas, to the point, dan tidak bertele-tele. Denis Green berfokus pada garis besar sejarah keselamatan (salvation history) dari Kejadian sampai Maleakhi. Format penulisan dan pembagian babnya dibuat seefisien mungkin. Buku ini sangat cocok buat kamu yang pengen dapet gambaran umum yang cepat dan jelas tentang sebuah kitab sebelum mulai membacanya malam ini.

3. Garis Besar Perjanjian Lama (Samuel J. Schultz)

Salah satu tantangan terbesar saat membaca Perjanjian Lama adalah memahami timeline atau urutan waktu peristiwa. Sering kali kita bingung: nabi ini hidup di zaman raja yang mana? Kapan peristiwa pembuangan ke Babel terjadi?

Nah, buku karya Schultz (yang juga diterbitkan oleh Gandum Mas) ini jagonya dalam memetakan kronologi sejarah Israel. Narasi sejarah di dalamnya mengalir dengan enak, membuat pembaca bisa melihat bagaimana Tuhan bekerja di dalam panggung sejarah manusia secara berurutan. Buku ini sangat membantu untuk menyinkronkan kitab-kitab sejarah (seperti Raja-raja dan Tawarikh) dengan kitab para nabi.

4. Teologi Perjanjian Lama 1 & 2 (Christoph Barth)

Buku dari BPK Gunung Mulia ini punya pendekatan yang sedikit berbeda. Kalau tiga buku sebelumnya membahas Alkitab kitab demi kitab, Christoph Barth (bersama Marie-Claire Barth-Frommel) mengajak kita melihat Perjanjian Lama lewat tema-tema besarnya.

Kamu akan diajak menyelami konsep-konsep besar seperti: bagaimana Allah menciptakan semesta, bagaimana Ia memilih para leluhur bangsa Israel, dan apa makna sebenarnya dari perjanjian di Gunung Sinai. Membaca buku ini bakal memperkaya sudut pandangmu, terutama kalau kamu tipe orang yang suka mencari benang merah teologis di balik sebuah peristiwa sejarah.

Membaca Perjanjian Lama memang butuh usaha lebih, tapi bukan berarti tidak bisa dinikmati. Buku-buku survei di atas berfungsi seperti peta di tangan seorang penjelajah. Mereka tidak menggantikan petualanganmu membaca Alkitab itu sendiri, tapi mereka memastikan kamu tidak tersesat di tengah jalan.

Pilih satu buku yang paling sesuai dengan gaya belajarmu saat ini, dan selamat menjelajahi kekayaan kisah Perjanjian Lama!


Bagikan artikel ini:

Artikel Terkait