Rp 42.500
15%
Rp 50.000
Unknown Author
Langkah Tiada Henti
Langkah Tiada Henti
oleh Unknown Author
Rp 42.500
Rp 50.000
-15%
Hemat Rp 7.500
Detail Produk
ISBN
9789795657224
Penerbit
Obor
Jumlah Halaman
148 halaman
Berat
170 gram
Kategori
Katolik
Deskripsi
Menjadi Imam yang Membumi“Biasanya setahun sekali mereka berkumpul untuk refleksi tahunan bersama sekitar ultah penahbisan. Tahun ke-25 mereka ingin berkumpul dengan cara berbeda, yaitu dalam bentuk buku yang berisi refleksi perjalanan imamat masing-masing. Tujuannya, agar pertemuan di tahun ke-25 ini bermanfaat, bukan hanya bagi mereka, namun juga bagi banyak umat yang membaca refleksi mereka.”
(F. Rahardi)Enam imam diosesan, awal Februari 2015 merayakan 25 tahun imamat. Lima dari Keuskupan Bogor, yaitu Agustinus Surianto Himawan, Agustinus Suyatno, Christophorus Oferus Lamen Sani, Markus Lukas, dan JM Ridwan Amo, serta satu dari Keuskupan Bandung, yaitu St. Ferry Sutrisna Wijaya.“Terhadap teman-teman ini saya angkat topi. Sekali mereka yakin mengikuti panggilan dan dengan kesadaran penuh bersedia ditahbiskan menjadi imam, semenjak itu pula mereka menjadi sacerdos et postifex. Mereka menjadi imam dan jembatan bagi banyak orang. Memenuhi analogi dunia agraris: menjadi gembala dan menggembalakan domba. Sebuah tugas yang amat besar. Di usia muda ,siap dan tidak siap, mereka sudah dihadapkan pada cura animarum, mengelola urusan spiritual orang banyak. Dengan pengandaian, mereka sendiri sudah dalam keadaan siap secara mental, moral, dan spiritual. Ibarat batu batere, mereka sudah kelas alkaline. Sungguh sebuah kebanggaan.”
(F. Harianto Santoso)
(F. Rahardi)Enam imam diosesan, awal Februari 2015 merayakan 25 tahun imamat. Lima dari Keuskupan Bogor, yaitu Agustinus Surianto Himawan, Agustinus Suyatno, Christophorus Oferus Lamen Sani, Markus Lukas, dan JM Ridwan Amo, serta satu dari Keuskupan Bandung, yaitu St. Ferry Sutrisna Wijaya.“Terhadap teman-teman ini saya angkat topi. Sekali mereka yakin mengikuti panggilan dan dengan kesadaran penuh bersedia ditahbiskan menjadi imam, semenjak itu pula mereka menjadi sacerdos et postifex. Mereka menjadi imam dan jembatan bagi banyak orang. Memenuhi analogi dunia agraris: menjadi gembala dan menggembalakan domba. Sebuah tugas yang amat besar. Di usia muda ,siap dan tidak siap, mereka sudah dihadapkan pada cura animarum, mengelola urusan spiritual orang banyak. Dengan pengandaian, mereka sendiri sudah dalam keadaan siap secara mental, moral, dan spiritual. Ibarat batu batere, mereka sudah kelas alkaline. Sungguh sebuah kebanggaan.”
(F. Harianto Santoso)
Ulasan Produk
0,0
0 ulasan
5
0
4
0
3
0
2
0
1
0
Belum ada ulasan untuk produk ini.
Produk Terkait
Lihat Semua
-15%
Peziarah Harapan
RD Anton Baur
Rp 80.750
Rp 95.000
-15%
Memoar Alumni Pemuda Katolik
Unknown
Rp 114.750
Rp 135.000
-15%
Bertumbuh Dalam Keutamaan Kristiani
Daniel L. Lowery CSsR
Rp 14.450
Rp 17.000
-15%
Anugerah Bagi Sesama
Wolfgang Bock SJ
Rp 29.750
Rp 35.000
-15%
Sepanjang Tahun Menelusuri Alkitab
John Stott
Rp 89.250
Rp 105.000
-15%
Tata Perayaan Tahbisan
Unknown
Rp 80.750
Rp 95.000