Buku Kitab Wabah Dan Taun Dalam Islam oleh Ibnu Hajar al-‘Asqalani
Rp 135.000

Ibnu Hajar al-‘Asqalani

Kitab Wabah Dan Taun Dalam Islam

Kitab Wabah Dan Taun Dalam Islam

Detail Produk

ISBN

9786237327424

Penerbit

ReneTuros

Tahun Terbit

2021

Jumlah Halaman

396 halaman

Berat

650 gram

Dimensi

2 x 23 x 15 cm

Kategori

Islam

Bahasa

Indonesia

Jenis Cover

Hardcover

Deskripsi

KITAB WABAH DAN TAUN DALAM ISLAM


Al-Hafizh Ibnu Hajar mulai menulis kitab ini pada tahun 1416 M, lalu berhenti. Ia baru menuntaskannya pada tahun 1430 M setelah muncul bidah di masyarakat berupa seru keluar rumah untuk berkumpul dan berdoa layaknya shalat istisqa. Bagi Ibnu Hajar, orang yang berdiam di rumah selama wabah, sembari bersabar dan mengharap ridha Allah, ia akan memperoleh pahala seperti orang mati syahid meski dirinya tidak terkena wabah. Ia mengutip hadis Nabi, “Sesungguhnya kebanyakan para syuhada di kalangan umatku adalah orang-orang yang mati di atas kasur.” Patut disebutkan di sini, tiga putri Ibnu Hajar wafat karena taun yang terjadi pada masa itu. Kitab ini dibuat khusus untuk memberikan pencerahan kepada umat Islam dalam menghadapi sebuah pandemi. Yang spesial dari buku ini, semuanya sangat cocok dan relevan dengan semua protokol kesehatan yang ada saat ini, bahkan lebih ketat. Dari sekian banyak judul kitab klasik yang ada soal pandemi, inilah yang paling lengkap. Siapa penulis buku ini? Ditulis oleh ulama klasik yang paling dihormati Buah pikirnya selalu menarik untuk dikaji, bahkan masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan modern Beliau adalah pengarang kitab Fathul Baari & Bulughul Maram. Karya Ibnu Hajar al-Asqalani merupakan referensi wajib dibaca untuk mengenal pemikiran Islam yang kaya akan nilai intelektualitas Quote: “Apabila engkau berada di suatu daerah lalu ia (taun) terjadi di situ, maka janganlah engkau keluar darinya. Apabila engkau mendengar kabar bahwa ia (taun) terjadi di suatu daerah, maka janganlah engkau memasukinya.” (H.R Muslim) “Tindakan lari dari daerah taun (zona merah) sebenarnya justru menyebabkan kerugian sangat besar dari sisi perolehan pahala ataupun sisi kesehatan.” “Mati syahid dalam perang adalah tingkat kesyahidan tertinggi dan tingkatan ini hanya dapat ditandingi oleh mati syahid karena taun.” “Hendaklah seseorang tidak gelisah ketika taun belum menimpa dirinya; dan kalaupun taun mengenai dirinya, seharusnya dia lebih tidak perlu untuk gelisah.” Dalam riwayat Imam Syafi’i dikatakan bahwa sesuatu yang paling baik mengobati taun adalah bertasbih.

Ulasan Produk

0,0
0 ulasan
5
0
4
0
3
0
2
0
1
0

Belum ada ulasan untuk produk ini.

Produk Terkait

Lihat Semua