Cinta Tak Pernah Mati Di Kota Rumi
Cinta Tak Pernah Mati Di Kota Rumi
oleh KH. Husein
Detail Produk
9786238945931
ReneTuros
2024
172 halaman
250 gram
13 x 19 x 3 cm
Fiksi
Indonesia
Softcover
Deskripsi
Sinopsis
Cinta adalah perasaan gejolak dalam jiwa yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan kata atau suara. Seringkali, cinta tanpa kata dan suara lebih kencang dentumannya. Melalui sebuah perjalanan spiritual, kita akan menjumpai hikmah-hikmah yang menerangi jalan hidup menuju lebih sempurna.
Maulana Jalaluddin Rumi dan puisi-puisi cinta yang dibawanya merupakan oase segar bagi orang-orang yang sedang merasa dahaga. Menyusuri kembali perjalanan spiritual dan memahami puisi-puisi gubahannya mampu menyegarkan ruh dan memulihkan jiwa yang penat.
Cinta Tak Pernah Mati di Kota Rumi karya Buya Husein bukan hanya buku yang berkisah tentang perjalanan, tetapi berisi perenungan, pembelajaran, juga pemahaman tentang hakikat cinta sejati dari seorang hamba kepada-Nya. Pemahaman inilah yang akan membawa kita pada makna kehidupan yang sebenarnya, bukan hanya aspek duniawi, tetapi juga ukhrawi.
Siapa Penulis Buku ini?
KH Husein Muhammad
Lahir di Cirebon, 9 Mei 1953. Setelah menyelesaikan pendidikan di Pesantren Lirboyo, Kediri, tahun 1973, ia melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ), Jakarta. Ia lulus dari PTIQ pada tahun 1980 kemudian . Kemudian melanjutkan studi ke Al-Azhar, Kairo, Mesir. Di sana, ia menimba ilmu secara individual kepada sejumlah ulama di Al-Azhar.
Buya Husein, begitu panggilan akrabnya, kembali ke Indonesia pada tahun 1983 dan menjadi salah seorang pengasuh Pondok Pesantren Dar atl-Tauhid , yang didirikan oleh kakeknya pada tahun 1933. Pada tahun 2001, ia kemudian mendirikan sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang fokus membahas isu-isu Perempuan, antara lain: Rahima, Puan Amal Hayati, Fahmina Institute, WCC Balqis, dan Alimat.
Selain aktif dalam berbagai kegiatan diskusi, halaqah, dan seminar keislaman, khususnya yang terkait dengan isu-isu perempuan, demokrasi, dan Pluralisme, baik di dalam maupun di luar negeri, suami Bu Nyai Lilik Nihayah Fuadi dengan 5 orang anak ini , aktif juga menulis di sejumlah jurnal dan media massa, seperti Kompas, Jawa Pos, Sindo, Majalah Noor, dan beberapa media lainnyall. Ia juga produktif menulis dan menerjemahkan buku.
Sampai saat ini, Buya Husein sendiri telah menulis lebih dari 35 buku. Salah satu bukunya yang banyak digunakan sebagai referensi aktivis perempuan ialah Fiqh Perempuan; Refleksi Kiai atas Wacana Agama dan Gender (2001). Karya lainnya yang diminati banyak pembaca, antara lain: Islam Agama Ramah Perempuan (2004); Spiritualitas Kemanusiaan (2006); Mengaji Pluralisme Kepada Maha Guru Pencerahan (2011); Fiqh Seksualitas (2011); Sang Zahid, Mengarungi Sufisme Gus Dur (2012); Menyusuri Jalan Cahaya Cinta (2013); Toleransi Islam (2015); Perempuan, Islam, dan Negara (2016); Menangkal Siaran Kebencian Perspektif Islam (2017); Merayakan Hari-Hari Besar Bersama Nabi (2017); Islam Tradisional yang Terus Bergerak (2019); Ijtihad Kiai Husein: Upaya Membangun Keadilan Gender (2019); Perempuan Ulama di Atas Panggung Sejarah (2020); Para Ulama dan Intelektual Memilih Jomblo (2020); Pendar-Pendar Kebijaksanaan (2021); Kidung-Kidung Cinta Syams Tabrizi dan Maulana Rumi (2021); Kidung Kearifan (2024); dan beberapa karya lainnyall.
Ulasan Produk
Belum ada ulasan untuk produk ini.
Produk Terkait
Lihat Semua
Cinta Seperti Angin
Neruda
Cinta Yang Tak Pernah Habis
Felix Supranto SS.CC
MAJALIS SAB’AH: TUJUH PESAN LANGIT Panduan Menggapai Keimanan Sejati dan Pengantar Memahami Kitab Matsnawi
Jalaluddin Rumi
Cinta, Luka, dan Bahagia
Kahlil Gibran
How to Love Better
Yung Pueblo
Pemurnian Hati - Permenungan Hidup Dengan segala Dinamika
RD Romanus Heri Santoso