Kitab Dalailul Khairat
Kitab Dalailul Khairat
oleh Imam al-Jazuli
Detail Produk
9786238661367
ReneTuros
2026
244 halaman
500 gram
14 x 21 x 5 cm
Islam
Indonesia
Softcover
Deskripsi
SINOPSIS
Di tengah rutinitas ibadah yang sering kali terasa mekanis, shalawat memiliki kedudukan unik sebagai satu-satunya amalan yang turut dilaksanakan oleh Allah swt. dan para malaikat. Dalailul Khairat hadir sebagai tuntunan untuk mereka yang ingin meneladani praktik samawi tersebut. Kitab ini sudah mengakar kuat di Nusantara, dimulai dari peran Syekh Mahfudz at-Tarmasi sebagai poros sanad di Makkah, tradisi para habib yang membawanya ke perkotaan, hingga peran heroiknya sebagai sumber kekuatan spiritual para pahlawan seperti Tuanku Imam Bonjol. Disusun oleh Syekh Muhammad al-Jazuli, kitab ini menyajikan pelbagai untain shalawat indah ke dalam amalan harian yang praktis. Pilihan shalawat di tiap harinya juga memiliki tujuan khusus untuk pembacanya. Diawali dengan pemahaman bahwa Nabi Muhammad sebagai penerus monoteisme dari Nabi Ibrahim, dilanjutkan menyadarkan kita
bahwa shalawat adalah bentuk terima kasih kepada Nabi atas jasanya selama ini, dan diakhiri dengan doa untuk meminta kebaikan di dunia dan akhirat melalui perantara shalawat. Dalam upaya memudahkan pembaca, edisi terjemahan ini dilengkapi fitur navigasi yang fleksibel—mulai dari tanda hizib mingguan hingga tsuluts—untuk menjaga kedisiplinan wirid serta renungan shalawat harian agar pembaca memahami konteks di balik setiap
shalawat yang dilantunkan. Buku ini diperuntukkan kepada siapa saja yang ingin menyampaikan luapan cinta dan rindunya kepada sosok yang diharapkan syafaatnya kelak.
PENULIS BUKU INI
Imam Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli adalah sufi besar yang lahir di tengah kabilah Berber di kawasan Sous, Maroko pada 807 H (1404 M). Sufi besar ini tumbuh pada masa yang bergejolak: Dinasti Marinid di Fes mulai kehilangan cengkeraman kekuasaannya, sementara ancaman kolonialisme Portugis mulai membayangi pesisir Atlantik. Imam al-Jazuli menempuh pendidikan di Madrasah ash-Shaffarin, sebuah institusi pendidikan terkemuka. Namun, alih-alih larut dalam hingar-bingar perdebatan fikih, al-Jazuli justru lebih banyak uzlah. Kamar sempitnya menjadi saksi bisu pergolakan batinnya; ia bahkan mengukir kata “al-maut ... al-maut ...” di dinding kamarnya sebagai pengingat akan kefanaan dunia. Jiwanya dahaga akan pembimbing sejati yang mampu menuntunnya
menempuh jalan hakikat. Cerita paling masyhur dari beliau adalah sebab ditulisnya kitab Dalailul Khairat ini. Dikisahkan, suatu hari al-Jazuli hendak mengambil wudhu namun terhambat karena air sumur terlalu dalam dan ia tak memiliki timba. Dalam kebingungan itu, seorang gadis kecil datang menghampiri. Melihat sang ulama kesulitan, gadis itu meludah ke dalam sumur. Ajaibnya, air sumur seketika meluap naik hingga tumpah ke permukaan, memudahkan al-Jazuli berwudhu. Terperangah dengan karamah tersebut, al-Jazuli bertanya, “Bagaimana bisa engkau meraih kedudukan setinggi ini di sisi Allah?” Gadis itu menjawab singkat namun menohok, “Aku memperbanyak shalawat kepada Nabi yang ketika berjalan di padang gersang, hewan-hewan
liar pun akan bergelayut di ujung jubahnya.” Jawaban ini bersemayam dalam benak beliau yang akhirnya berbuah kitab legendaris ini. Perjalanan hidup sang Imam berakhir dalam sebuah tragedi yang memilukan. Pada 870 H (1465 M), beliau wafat akibat diracun saat sedang menunaikan shalat Subuh. Namun pada
sekitar 77 tahun kemudian, Sultan Abu Abbas al-Araj dari Dinasti Saadi memindahkan jasad beliau ke Marrakesh. Saat pemindahan itulah tersingkap bukti kewalian yang nyata: jasad Imam al-Jazuli ditemukan masih utuh, segar layaknya baru saja wafat, bahkan bekas cukuran rambutnya masih terlihat jelas.
Ulasan Produk
Belum ada ulasan untuk produk ini.
Produk Terkait
Lihat Semua
Kifayatul Atqiya
Sayid Abu Bakar Syatha
Terjemah & Syarah Al-Hikam
Ibnu Atha’illah as-Sakandari
Kitab Tanqih al-Qaul
Syekh Nawawi al-Bantani
Al-Hikam HC (Recover 2019)
Ibnu Atha’illah as-Sakandari
Kitab Mujarobat
Syekh Ahmad Dairobi al-Kabir
Thaharatul Qulub
Unknown