GRATIS ONGKIR min. Rp50.000
Cara Membangun Kebiasaan Membaca 15 Menit Sehari di Tengah Kesibukan Kerja

Cara Membangun Kebiasaan Membaca 15 Menit Sehari di Tengah Kesibukan Kerja

Diperbarui 02 Januari 2026

Jujur saja, berapa banyak buku yang sudah Anda beli tahun ini tapi hanya berakhir menjadi pajangan di meja samping tempat tidur?

Kita semua pernah berada di posisi itu. Niat hati ingin menjadi lebih produktif dan berwawasan luas, tapi realita berkata lain. Pulang kerja, badan rasanya remuk, otak sudah penuh dengan deadline, dan hal terakhir yang ingin dilakukan adalah mencerna paragraf-paragraf panjang. Akhirnya? Scrolling media sosial jadi pelarian termudah.

Tapi, bagaimana jika saya katakan bahwa Anda tidak perlu waktu satu jam untuk menjadi pembaca aktif? Kuncinya bukan pada durasi, tapi pada konsistensi.

Membangun kebiasaan membaca 15 menit sehari itu jauh lebih powerful daripada membaca 3 jam tapi hanya sekali sebulan. Dan kabar baiknya: 15 menit adalah waktu yang pasti Anda miliki, sesibuk apa pun Anda.

Berikut adalah strategi "anti-wacana" untuk menyisipkan waktu membaca di tengah gempuran kesibukan kerja.

1. Jangan Cari Waktu Luang, Tapi "Curi" Waktu

Kesalahan terbesar pekerja kantoran adalah menunggu waktu luang untuk membaca. Percayalah, waktu luang yang benar-benar kosong itu mitos. Jika Anda menunggu momen tenang, Anda tidak akan pernah mulai.

Sebaliknya, gunakan konsep habit stacking (menumpuk kebiasaan). Tempelkan aktivitas membaca pada rutinitas yang sudah pasti Anda lakukan setiap hari.

Contoh konkretnya:

  • Pagi hari: Baca 2-3 halaman sambil menyeruput kopi sebelum mandi.

  • Perjalanan: Jika Anda naik KRL atau TransJakarta, ini adalah "waktu mati" yang emas. Daripada melamun atau melihat story Instagram orang yang tidak Anda kenal, buka aplikasi buku di HP Anda.

  • Sebelum tidur: Ganti blue light layar HP dengan lembaran kertas. Ini juga membantu Anda tidur lebih nyenyak.

2. Turunkan Ego: Baca Apa yang Anda Suka, Bukan yang "Seharusnya" Dibaca

Seringkali kita mogok membaca karena buku yang kita pilih terlalu berat. Mungkin Anda memaksakan diri membaca buku self-help tentang ekonomi makro atau filsafat berat karena merasa itu yang "seharusnya" dibaca orang sukses.

Padahal, otak yang lelah bekerja butuh hiburan.

Untuk permulaan, pilihlah bacaan yang ringan. Novel fiksi, komik, biografi tokoh favorit, atau kumpulan cerpen sangat sah untuk dibaca. Tujuan utamanya saat ini adalah membangun otot kebiasaan membaca, bukan untuk terlihat pintar. Jika bukunya seru, 15 menit akan terasa berlalu begitu saja tanpa paksaan.

3. Lawan Terberat: Doomscrolling

Mari bicara data. Rata-rata orang menghabiskan waktu lebih dari 2 jam sehari di media sosial. Seringkali kita berkata "tidak punya waktu", padahal yang terjadi adalah waktu kita bocor halus ke layar smartphone.

Cobalah satu trik sederhana ini: Hapus pintasan (shortcut) aplikasi media sosial dari halaman utama HP Anda, dan ganti posisinya dengan aplikasi e-book (seperti Kindle, Google Play Books, atau iPusnas).

Ketika jempol Anda secara refleks ingin mencari hiburan, yang pertama kali terlihat adalah buku. Perubahan kecil pada lingkungan digital ini seringkali cukup untuk mengalihkan impuls kita dari scrolling tanpa tujuan menjadi membaca 1-2 halaman.

4. Selalu Siapkan "Pintu Darurat" (Buku Digital/Audio)

Membawa buku fisik tebal ke mana-mana memang terlihat estetik, tapi tidak praktis bagi pekerja yang mobilitasnya tinggi. Tas kerja sudah penuh dengan laptop dan dokumen, menambah beban buku fisik seringkali jadi alasan untuk meninggalkannya di rumah.

Solusinya? Selalu miliki cadangan di HP. Entah itu e-book atau audiobook.

Audiobook adalah penyelamat bagi mereka yang menyetir ke kantor. Anda bisa "membaca" dengan telinga saat terjebak macet. Mendengarkan buku selama 15 menit perjalanan pergi dan 15 menit pulang sudah setara dengan membaca 30 menit sehari.

5. Berhenti Sebelum Bosan

Ini adalah trik psikologis yang diajarkan oleh banyak penulis produktif. Berhentilah membaca justru ketika bagian ceritanya sedang seru-serunya, atau tepat setelah 15 menit berakhir (pasang timer jika perlu).

Kenapa? Karena ini akan menciptakan rasa penasaran dan "gantung". Rasa penasaran inilah yang akan mempermudah Anda untuk mulai membaca lagi besok hari. Jika Anda membaca sampai lelah atau bosan, otak Anda akan merekam aktivitas membaca sebagai sesuatu yang melelahkan, dan besok Anda akan enggan memulainya lagi.

Mulai Hari Ini

Membangun kebiasaan membaca tidak harus dimulai di tanggal 1 Januari. Anda bisa memulainya hari ini.

Ambil satu buku yang sudah lama berdebu itu, atau unduh satu sampel gratis di aplikasi buku Anda. Pasang timer 15 menit. Baca, lalu tutup. Selesai.

Ingat, satu halaman yang dibaca hari ini jauh lebih baik daripada satu buku yang hanya direncanakan dibaca "nanti kalau ada waktu".

Selamat membaca!

Bagikan artikel ini:

Artikel Terkait