We Do Not Part
We Do Not Part
oleh Han Kang
Hemat Rp 16.500
Detail Produk
9786238371501
BACA
356 halaman
300 gram
Lebar: 13 cm, Tinggi: 20,5 cm
Pengembangan Diri
Deskripsi
Genre : fiksi, sejarah
Penulis : Han Kang
ISBN : 978-623-8371-50-1
Dimensi : 13 x 20,5 cm
Halaman : 356 halaman
Harga : Rp110.000
SINOPSIS (BLURB)
Novel Han Kang yang paling menggugah, We Do Not Part bercerita tentang persahabatan antara dua wanita sekaligus menguak babak tersembunyi dalam sejarah Korea.
Suatu pagi pada musim dingin, Kyeongha menerima pesan mendesak dari temannya—Inseon, untuk mengunjunginya di sebuah rumah sakit di Seoul. Inseon terluka dalam sebuah kecelakaan, dan memohon kepada Kyeongha untuk kembali ke Pulau Jeju, tempat tinggalnya, untuk menyelamatkan hewan kesayangannya—seekor burung putih bernama Ahma. Badai salju menghantam pulau tersebut saat Kyeongha tiba. Dia harus mencapai rumah Inseon dengan cara apa pun, tetapi angin dingin dan badai salju memperlambatnya begitu malam tiba. Dia bertanya-tanya apakah dia akan tiba tepat waktu untuk menyelamatkan hewan tersebut atau bahkan mampu bertahan dari hawa dingin yang menyelimuti tiap langkahnya. Tersesat dalam badai salju, jalan berliku-liku penuh kegelapan telah menunggunya tanpa terduga.
Mengaburkan batas antara mimpi dan kenyataan, We Do Not Part dengan kuat menerangi babak yang terlupakan dalam sejarah Korea. Terkubur selama beberapa dekade dan membawa suara-suara yang hilang pada masa lalu demi menyelamatkannya agar tak terlupakan. Novel ini merupakan kisah cinta mendalam dalam menghadapi kekerasan yang tak mampu dikatakan dan sebuah perayaan kehidupan, betapa pun rapuhnya.
TENTANG PENULIS
Han Kang lahir pada tahun 1970 di Korea Selatan. Ia adalah penulis novel The Vegetarian, pemenang International Booker Prize, serta novel lainnya Human Acts, The White Book, Greek Lessons, dan We Do Not Part. Pada tahun 2024, ia dianugerahi Hadiah Nobel Sastra.
GAMBARAN ISI BUKU DAN KONTEKS
Kyeongha mengalami masa sulit setelah menulis novel tentang pembantaian di Kota K. Mimpi buruk menggelayuti malam-malamnya dan membuatnya menjauhi dari keluarga dan kerabat. Di tengah keputusasaannya, sahabat lamanya, Inseon, tiba-tiba menelepon dari rumah sakit untuk meminta tolong. Ternyata, jari Inseon putus akibat kecelakaan di bengkel kayu miliknya di Pulau Jeju hingga harus dipindahkan ke rumah sakit besar di Seoul. Inseon meminta Kyeongha pergi saat itu juga ke Pulau Jeju untuk memberi makan burung peliharaannya dan merawatnya, setidaknya sampai Inseon diperbolehkan pulang. Nahasnya, badai salju yang sangat buruk sedang menerpa Pulau Jeju, khususnya di wilayah dataran tinggi terpencil tempat rumah Inseon berada. cobaan datang lagi ketika dia melihat ternyata burung Inseon sudah mati dan dia harus menguburkannya di halaman di tengah salju lebat yang masih turun.SELLING POINTS
Ditulis oleh Han Kang, penulis terkemuka Korea yang memenangi Man Booker International Prize dan mengukir sejarah sebagai perempuan Asia pertama yang dianugerahi Nobel sastra.Mendapat nilai 4,1 di AmazonNovel tentang cinta yang paling besar dari Han KangMenguak kembali batas antara mimpi dan kenyataan dari sejarah Korea yang sempat terlupakan dalam beberapa dekade. Tentang persahabatan antara dua wanita yang penuh pengorbanan dan menyentuh. Menawarkan tema sejarah dan menampilkannya dalam bentuk kisah cinta yang mendalam. ENDORSEMENT
“Sebuah pengingat akan ketidaktampakan yang mengerikan dari orang-orang dan peristiwa yang jauh dari kita dalam ruang dan waktu.”—The New York Times“Eksplorasi persahabatan yang menghantui di tengah trauma sejarah.”—TIME“Mencengangkan …. We Do Not Part adalah upaya yang bermanfaat, terutama bagi pembaca yang akrab dengan karya-karya Han Kang yang dapat mengenalinya sebagai mosaik yang secara artistik menyatukan gagasan-gagasannya yang telah lama membara untuk memperhitungkan kekejaman sejarah, berjuang untuk mengekspos kebenaran yang disembunyikan oleh negara, dan menemukan hubungan dalam kemanusiaan kita bersama meskipun ada penderitaan yang tidak terelakkan.”—San Francisco Chronicle“We Do Not Part membuka lembaran sejarah Korea yang telah lama terlupakan, merayakan ketangguhan hidup dalam menghadapi tragedi yang luar biasa.”—Harper’s Bazaar“Sebuah narasi mimpi tentang sejarah, kenangan, dan persahabatan yang disajikan dalam prosa liris yang kompleks dari Han Kang.”—Literary Hub“We Do Not Part menghadiahkan para pembaca dengan teror yang tragis, wawasan yang bercahaya, dan secercah harapan yang halus.”—Booklist, starred review“Sebuah novel visioner tentang sejarah, trauma, seni, dan harga yang harus dibayar. Han Kang adalah salah satu penulis paling berbakat di dunia. Dengan setiap karyanya, ia mengubah pembacanya, dan menulis ulang kemungkinan-kemungkinan yang ada di dalam novel.”—Katie Kitamura, penulis Intimacies“Sebuah novel indah yang membuat gelisah tentang ketidakmungkinan untuk bangun dari mimpi buruk sejarah. Prosa Hang Kang, sehalus jejak kaki di salju atau bayangan sekelebat, memunculkan hantu yang menghantui sebuah bangsa, keluarga, dan persahabatan. Tak terlupakan.”—Hernan Diaz, penulis novel Trust yang meraih Pulitzer Prize“Menghantui dan seperti mimpi, ini adalah novel tentang rahasia dan keheningan.”—Silvia Moreno-Garcia, penulis buku laris Mexican Gothic dan The Seventh Seal of Salome
Tentang Penulis
Han Kang adalah seorang penulis asal Korea Selatan yang dikenal luas berkat karya-karyanya yang mendalam dan provokatif. Lahir pada tahun 1970, Han mengawali karir menulisnya dengan merilis novel pertama pada tahun 1994. Namun, namanya mulai mencuat ke kancah internasional setelah novel "The Vegetarian" diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan memenangkan Hadiah Man Booker Internasional pada tahun 2016. Karya ini menggambarkan perjalanan seorang wanita yang menolak untuk mematuhi norma-norma sosial melalui keputusan radikal untuk menjadi vegetarian, yang menciptakan dampak emosional yang mendalam pada orang-orang di sekelilingnya. Selain "The Vegetarian," Han Kang juga dikenal melalui karya-karya lainnya seperti "Human Acts," sebuah novel yang mengeksplorasi tragedi Gwangju pada tahun 1980, dan "The White Book," yang menggabungkan elemen autobiografi dengan refleksi filosofis tentang kehidupan dan kematian. Dengan gaya penulisan yang puitis dan penuh empati, Han Kang telah berhasil menyentuh tema-tema berat seperti kekerasan, kehilangan, dan identitas, menjadikannya salah satu suara penting dalam sastra kontemporer. Melalui karya-karyanya, Han tidak hanya memberikan gambaran mendalam tentang kondisi manusia, tetapi juga mengajak pembacanya untuk merenungkan makna kehidupan dan hubungan antarmanusia.
Lihat profil lengkapUlasan Produk
Belum ada ulasan untuk produk ini.
Produk Terkait
Lihat Semua
Human Acts
Han Kang
The White Book
Han Kang
The Vegetarian
Han Kang
I’ll Eat Your Story
Myeong Sojeong
Panggilan Hati
Priya Kumar
Witch Bakery
Han Su-in