Buku Al-Madinah al-Fadhilah oleh al-Farabi
Rp 69.000

al-Farabi

Al-Madinah al-Fadhilah

Al-Madinah al-Fadhilah

Detail Produk

ISBN

9786238661343

Penerbit

ReneTuros

Tahun Terbit

2026

Jumlah Halaman

244 halaman

Berat

329 gram

Dimensi

14 x 21 x 4 cm

Kategori

Islam

Bahasa

Indonesia

Jenis Cover

Softcover

Deskripsi

SINOPSIS
Al-Farabi menyusun arsitektur negara ideal dengan menarik garis dari puncak metafisika: Sang Pertama. Lewat teori emanasi, ia mengurai bagaimana keberadaan melimpah dari Tuhan, menuruni tangga hierarki sepuluh akal murni, hingga menyentuh materi di alam bawah bulan. Kosmologi ini hadir sebagai cetak biru bagi tatanan politik manusia. Alam semesta bekerja dalam harmoni hierarkis, dan struktur sosial mesti mengadopsi keteraturan kosmik tersebut agar selamat dari kekacauan. Negara ideal (al-madînah al-fâdhilah) bekerja layaknya organisme biologis yang sehat; setiap organ menjalankan fungsi spesifik demi menopang kehidupan tubuh di bawah komando jantung sebagai pemimpin. Poros utamanya terletak pada kualitas kepala negara, sosok paripurna yang memadukan ketajaman nalar filsuf dan daya imajinasi nabi. Melalui koneksi intens dengan Akal Aktif, sang pemimpin menerjemahkan kebenaran ilahiah menjadi undang-undang yang membumi, memastikan syariat dan filsafat berjalan beriringan tanpa saling menjatuhkan. Ketiadaan panduan profetik ini akan menggelincirkan masyarakat ke dalam negara-negara yang rusak, seperti negara bodoh, negara fasik, atau negara sesat. Di berbagai wilayah kelam ini, warga terjerat obsesi fana: akumulasi materi, gila hormat, atau pemuasan nafsu hewani semata. Al-Farabi mendiagnosis penyakit sosial tersebut layaknya seorang tabib, memperlihatkan bagaimana kegamangan nilai sanggup meruntuhkan peradaban dari dalam dan mengubah kerumunan manusia menjadi gerombolan tanpa tujuan eksistensial. Politik, dalam kacamata Sang Guru Kedua, akhirnya menjelma menjadi jalan spiritual kolektif. Kebahagiaan hakiki (sa’âdah) menuntut orkestrasi sosial yang selaras dengan hukum semesta, sehingga setiap jiwa bergerak serentak menuju kesempurnaan intelektual demi meraih keabadian.


PENULIS Abu Nashr al-Farabi lahir pada 870 M. Ia memulai kelana intelektualnya dari tanah kelahirannya di Transoxiana menuju Baghdad, pusat peradaban kala itu. Di kota tersebut, ia berguru pada para logikawan ulung seperti Abu Bisyr Matta dan Yuhanna bin Haylan untuk menajamkan pisau analisisnya. Namun, yang membuatnya istimewa adalah stamina membacanya yang di luar nalar. Ia menelaah naskah Fisika dan De Anima karya Aristoteles ratusan kali demi menyerap intisari maknanya. Ketekunan radikal inilah yang di kemudian hari menjadi kunci bagi Ibnu Sina untuk membuka pintu metafisika yang terkunci rapat bagi pemikir lain. Masa senjanya di Damaskus ia habiskan dengan cara yang kontras dari lazimnya intelektual istana. Kendati mendapatkan sokongan penuh dari Saif ad-Daulah, al-Farabi memilih menjaga jarak dari kemewahan dan lebih sering terlihat menulis di pinggiran taman atau tepian sungai. Dalam kesunyian itu, ia meramu sistem kosmologi emanasi yang berhasil mendudukkan wahyu dan akal secara damai. Warisan pemikirannya tetap hidup jauh setelah ia wafat pada 950 M, mengukuhkan posisinya sebagai “Guru Kedua” yang memberi kerangka logis bagi bangunan filsafat Islam.

Ulasan Produk

0,0
0 ulasan
5
0
4
0
3
0
2
0
1
0

Belum ada ulasan untuk produk ini.

Produk Terkait

Lihat Semua