Buku Panduan Melawan Tirani oleh Abdurrahman al-Kawakibi
Rp 69.000

Abdurrahman al-Kawakibi

Panduan Melawan Tirani

Panduan Melawan Tirani

Detail Produk

ISBN

9786238661381

Penerbit

ReneTuros

Tahun Terbit

2026

Jumlah Halaman

260 halaman

Berat

343 gram

Dimensi

14 x 21 x 5 cm

Kategori

Islam

Bahasa

Indonesia

Jenis Cover

Softcover

Deskripsi

SINOPSIS
Dalam Panduan Melawan Tirani, Abdurrahman al-Kawakibi menyajikan analisis kritis tentang ekosistem tirani yang bekerja sistematis merusak nalar publik. Al-Kawakibi mengajukan tesis bahwa tirani politik dan tirani agama kerap kali menjadi sekutu yang saling menopang; satu membelenggu fisik rakyat, sementara yang lain mematikan nalar mereka melalui manipulasi dalil-dalil keagamaan demi legitimasi kekuasaan. Al-Kawakibi menguraikan bagaimana rezim otoriter secara aktif memusuhi ilmu pengetahuan karena pencerahan dianggap sebagai ancaman terbesar bagi kekuasaan mereka. Dampak tirani ini merembet hingga meracuni moralitas warga, melahirkan masyarakat yang hipokrit, penakut, dan saling memangsa demi bertahan hidup di tengah ekonomi yang dimonopoli oleh segelintir elite. Alih-alih menyarankan pemberontakan bersenjata yang berisiko melahirkan tiran baru, al-Kawakibi menawarkan jalan fundamental: perlawanan melalui pendidikan dan penyadaran bertahap. Buku ini menegaskan bahwa kemerdekaan sejati hanya dapat diraih ketika rakyat berhenti menjadi partisipan sukarela dalam penindasan dan mulai membangun kedaulatan berpikir untuk mencabut akar tirani itu sendiri.


PENULIS
Abdurrahman al-Kawakibi (1854—1902 M) adalah intelektual reformis muslim asal Aleppo yang menggabungkan pendidikan syariat dengan wawasan politik modern. Sebagai birokrat dan jurnalis, ia vokal mengkritik korupsi dan tirani Dinasti Utsmaniyah, yang memaksanya menghadapi sensor ketat penguasa. Al-Kawakibi menyakini bahwa tirani merupakan akar kemunduran Islam dan obatnya ialah penyadaran dan pencerahan masyarakat melalui ilmu pengetahuan. Akibat tekanan Sultan Abdul Hamid II, ia hijrah ke Kairo pada 1898. Di sana, ia terus menyuarakan kebebasan hingga wafat mendadak pada usia 48 tahun, yang diduga kuat akibat diracun oleh agen rezim Utsmani. Ia dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap absolutisme dan pembela kebebasan berpikir.

Ulasan Produk

0,0
0 ulasan
5
0
4
0
3
0
2
0
1
0

Belum ada ulasan untuk produk ini.

Produk Terkait

Lihat Semua