GRATIS ONGKIR min. Rp50.000
Mengenang Pdt. Dr. Andar Ismail: Loper Koran yang Melahirkan Legenda Buku "Seri Selamat"

Mengenang Pdt. Dr. Andar Ismail: Loper Koran yang Melahirkan Legenda Buku "Seri Selamat"

3 kali dibaca

Pernahkah Anda memperhatikan deretan buku rohani berukuran mungil di rak toko buku, yang judul-judulnya selalu diawali dengan kata "Selamat"? Mulai dari Selamat Paskah, Selamat Ribut Rukun, Selamat Berguna, sampai Selamat Mengindonesia. Ya, itu adalah deretan mahakarya "Seri Selamat" dari Pdt. Dr. Andar Ismail, Th.M.

Sebagai pembaca setia literatur Kristen, rasanya ada yang kurang kalau kita belum punya setidaknya satu atau dua judul dari seri ini di perpustakaan pribadi. Di Rakulo.com sendiri, pencarian untuk buku-buku Andar Ismail selalu stabil dari waktu ke waktu karena peminatnya yang lintas generasi. Tapi, seberapa jauh sebenarnya kita mengenal sosok luar biasa di balik tulisan-tulisan renyah tersebut?

Dari Loper Koran Menjadi Penulis Besar

Lahir di Bandung pada 27 Januari 1940 dengan nama Siem Hong An, kehidupan masa kecil Andar Ismail jauh dari kata mewah. Bayangkan saja, saat SD ia adalah satu-satunya anak di sekolah yang memakai sepatu rusak dan berlubang. Untuk biaya sekolah pun, ia harus dibantu oleh gereja.

Namun, keterbatasan ekonomi justru memicu etos kerjanya. Sejak kecil, Andar sudah bekerja keras sebagai pengantar koran. Ada satu momen epik yang mengubah jalan hidupnya. Saat sedang mengantar koran, ia melihat pelanggannya menunggu dengan antusias di depan rumah. Di titik itulah, sebuah pemikiran sederhana tapi visioner muncul di benaknya: "Kalau orang yang mengantar koran saja merasa penting karena ditunggu orang, apalagi orang yang menulis isi koran itu!" Sejak hari itu, tekadnya bulat. Ia ingin menjadi seorang penulis.

Lahirnya "Seri Selamat" dan Misteri Angka 33

Setelah ditahbiskan menjadi pendeta GKI pada tahun 1965 dan aktif mengajar sebagai dosen Pendidikan Agama Kristen (PAK) di STT Jakarta, Andar sering merasa bahwa literatur teologi pada masa itu terlalu kaku, berat, dan bertele-tele. Berangkat dari keresahan itulah, ia mulai menulis refleksi iman sejak tahun 1981, yang kemudian dibukukan menjadi Seri Selamat oleh penerbit BPK Gunung Mulia.

Kalau Anda jeli, ada satu ciri khas unik dari Seri Selamat. Hampir semua bukunya terdiri dari tepat 33 bab (renungan). Mengapa harus 33?

Usut punya usut, Andar sangat terpesona dengan umur Tuhan Yesus saat melayani di dunia, yakni 33 tahun. Di usia yang tergolong sangat muda itu, karya dan dampak yang Yesus tinggalkan sangat luar biasa abadi. Secara kebetulan pula, di usia ke-33 tahun, Andar sempat jatuh sakit parah dan harus dirawat di rumah sakit. Angka ini punya makna spiritual sekaligus personal yang sangat mendalam baginya.

Secara keseluruhan, ia telah merampungkan tepat 33 jilid Seri Selamat, ditutup dengan dua seri pamungkas berjudul Tukang Ngantar Selamat dan Tukang Cerita Selamat yang rilis belum lama ini. Terasa sangat pas di angka 33.

Mengapa Karya Andar Ismail Selalu Relevan?

Kekuatan utama dari tulisan Pdt. Andar Ismail adalah kesederhanaannya. Beliau punya semacam "kekuatan magis" untuk menerjemahkan konsep teologi yang berat menjadi bahasa keseharian yang membumi, hangat, dan langsung menyentuh isu-isu praktis yang kita hadapi sehari-hari.

Membaca karya beliau ibarat sedang duduk minum kopi sore hari sambil diajak ngobrol oleh seorang kakek yang bijaksana. Tulisannya terstruktur, pelan, meneduhkan, dan tidak pernah terkesan menggurui.

Warisan yang Terus Hidup

Pada tanggal 25 Agustus 2024 lalu, dunia literatur Kristen Indonesia kehilangan salah satu permata terbaiknya. Pdt. Dr. Andar Ismail dipanggil pulang ke rumah Bapa di usia 84 tahun. Meski raga beliau sudah tiada, warisan pemikirannya akan terus hidup lewat jutaan eksemplar Seri Selamat yang telah memberkati banyak keluarga.

Karya-karya Andar Ismail adalah aset berharga yang sangat cocok untuk bahan saat teduh pribadi, atau sebagai kado bermakna bagi orangtua dan sahabat yang sedang bergumul.

Bagi Anda yang ingin bernostalgia atau mulai mengoleksi jilid demi jilid Seri Selamat—mulai dari edisi klasik hingga cetakan terbarunya—semuanya bisa Anda temukan dengan mudah di katalog Rakulo.com. Mari terus rawat warisan literatur Kristen Indonesia dengan membaca dan membagikan buku-buku yang menginspirasi ini!

Bagikan artikel ini:

Artikel Terkait